22 Oktober 2021

Sarana Berita Terbaru dan Terkini

Sarana Berita Terbaru dan Informasi Terkini Langsung dari Sumbernya

Inilah Makna dan Arti Ucapan Paskah

4 min read
Arti Ucapan Paskah

Saat perayaan Paskah, umat Kristiani biasanya akan mengucapkan ‘Happy Easter’. Tahukah Anda makna di balik ucapan itu?

Paskah merupakan salah satu hari istimewa bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Sebab, Paskah merupakan Hari Kebangkitan Yesus Kristus.

Biasanya, Paskah dirayakan dengan melakukan ibadah hingga mewarnai telur. Selain itu, umat Kristiani juga memberi ucapan ‘Happy Easter’. Lantas, apa sebenarnya arti dari ucapan itu?

Arti ucapan Happy Easter

Dalam bahasa Inggris, Happy Easter artinya Selamat Hari Paskah.

Namun jika merunut dari berbagai sumber, ada perbedaan dalam pengucapan selamat hari paskah diantaranya adalah Happy Easter dan Happy Passover.

Melansir dari paskah.sabda.org Easter merupakan kata bahasa Inggris yg berasal dari akar kata bahasa proto-Germanic yang memiliki arti “to rise” (atau bangkit).

Dalam bahasa Jerman kontemporer kata “oest” dan dalam bahasa Inggris kata “east” — keduanya memiliki arti Timur — petunjuk arah saat matahari terbit (to rise — bangkit dari kegelapan malam) di pagi hari; ini menjadi akar kata untuk “Easter”.

Fakta ini tidak hanya menunjuk pada kebangkitan Yesus dari kematian, namun juga kenaikan-Nya (to rise) ke Surga dan nanti saat kita terangkat (to rise) ke surga bersama-sama dengan Yesus Kristus saat Dia datang kembali untuk menghakimi dunia.

Namun ada sebagian orang yang tidak percaya dan menganggap tidak benar bahwa kata “Easter” berasal dari “dewi Oestar” (Germanic) ataupun “dewi Ishtar”(Babilon).

Kedua dewi ini merupakan simbol kesuburan yang menunjukkan datangnya musim semi, kehidupan baru, dan pembaharuan.

Penyimpangan kata “Ishtar” dapat dijumpai dalam Alkitab sebagai pahlawan wanita Yahudi yang bernama “Esther”, yang mengabaikan keselamatan nyawanya sendiri demi kepentingan bangsanya.

Sementara dikutip dari artiterkini.blogspot.com arti Happy Easter adalah ucapan selamat hari raya paganisme dewi Easter, dewi kesuburan orang Jerman.

Sementara Arti happy passover adalah ucapan selamat kepada mereja yang merayakan Paskah atau dalam bahasa Indonesia berarti Selamat Paskah.

Menurut Kompasiana, happy easter adalah sebuah peringatan kebangkitan Ishtar yang turun dari bulan, bukan kebangkitan Yesus Kristus.

Disebut, ucapan selamat Paskah sering diucapkan dengan “Happy Easter” atau “Happy Passover” padahal ternyata setelah dia mendengarkan penjelasan tentang perbedaan keduanya, maka yang benar adalah Happy Passover Day ketika akan memberikan ucapan selamat Paskah kepada kerabatnya yang Nasrani.

Begitu juga menurut Bos Ringo, Paskah atau Passover yang dirayakan adalah perayaan kebangkitan Yesus mengalahkan kematian, sedangkan Easter atau Ishtar adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus ditandai dengan menghias telur.

Namun menurut situs Katolisitas.org, pengucapan happy easter sebetulnya tidak salah.

Karena berdasarkan penjelasan situs itu, kata itu tidak mengacu kepada Isthar, tetapi kepada “Eostur”, “erster- stehen/ erstehen” yang artinya mengacu kepada kebangkitan, yaitu Kebangkitan Kristus.

Sementara menurut blog Inspirasi Rohani, Penggunaan kata Easter pada Alkitab King James sebenarnya mengacu pada Paskah yang dirayakan yaitu kebangkitan Kristus.

Easter tidak mengacu kepada passover karena passover mengacu pada perayaan atau festival Yahudi sedangkan easter adalah perayaan kebangkitan Kristus.

Makna Paskah

Sementara menurut wikipedia.com, Paskah berasal dari bahasa Latin: Páscha, bahasa Yunani: Πάσχα, Paskha; bahasa Aram: Pasḥa; dari bahasa Ibrani: Pesaḥ) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen.

Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan[a], dan pada hari yang ketiga[b] bangkit dari antara orang mati.

Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru.

Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.

Paskah juga merujuk pada masa di dalam kalender gereja yang disebut masa Paskah, yaitu masa yang dirayakan dulu selama empat puluh hari sejak Minggu Paskah (puncak dari Pekan Suci) hingga hari Kenaikan Yesus namun sekarang masa tersebut diperpanjang hingga lima puluh hari, yaitu sampai dengan hari Pentakosta (yang artinya “hari kelima puluh” hari ke-50 setelah Paskah, terjadi peristiwa turunnya Roh Kudus).

Minggu pertama di dalam masa Paskah dinamakan Oktaf Paskah oleh Gereja Katolik Roma.

Hari Paskah juga mengakhiri perayaan Pra-Paskah yang dimulai sejak empat puluh hari sebelum Kamis Putih, yaitu masa-masa berdoa, penyesalan, dan persiapan berkabung.

Paskah merupakan salah satu hari raya yang berubah-ubah tanggalnya (dalam kekristenan disebut dengan perayaan yang berpindahkarena disesuaikan dengan hari tertentu (dalam hal ini hari Minggu), bukan tanggal tertentu di dalam kalender sipil.

Hari raya-hari raya Kristen lainnya tanggalnya disesuaikan dengan hari Paskah tersebut dengan menggunakan sebuah formula kompleks.

Paskah biasanya dirayakan antara akhir bulan Maret hingga akhir bulan April (kekristenan ritus Barat) atau awal bulan April hingga awal bulan Mei (kekristenan ritus Timur) setiap tahunnya, tergantung kepada siklus bulan.

Setelah ratusan tahun gereja-gereja tidak mencapai suatu kesepakatan, saat ini semua gereja telah menerima perhitungan Gereja Aleksandria (sekarang disebut Gereja Koptik) yang menentukan bahwa hari Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah Bulan Purnama Paskah, yaitu bulan purnama pertama yang hari keempat belasnya (“bulan purnama” gerejawi) jatuh pada atau setelah 21 Maret (titik Musim Semi Matahari/vernal equinox gerejawi).

Minggu Paskah bukan perayaan yang sama (namun masih berhubungan) dengan Paskah Yahudi (bahasa Ibrani: Pesakh dalam hal simbolisme dan juga penanggalannya.

Bahasa Indonesia tidak memiliki istilah yang berbeda untuk Paskah Pesakh (Yahudi) dan Paskah Paskha (Kristen) sebagaimana beberapa bahasa Eropa yang mempunyai dua istilah yang berbeda, oleh sebab itu kata Paskah dapat memiliki dua arti yang berbeda di dalam bahasa Indonesia.

Banyak elemen budaya, termasuk kelinci Paskah, telur Paskah, dan mengirim kartu Paskah telah menjadi bagian dari perayaan Paskah modern, dan elemen-elemen tersebut biasa dirayakan oleh umat Kristen maupun non-Kristen.

Sumber: batam.tribun.com